infoSumbar
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • EKONOMI & BISNIS
    • TEKNO & SAINS
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
  • SUMBAR
    • PADANG
    • SOLOK RAYA
    • AGAM – BUKITTINGGI
    • PARIAMAN LAWEH
  • GAYA HIDUP
    • OTOMOTIF
    • MUSIK
    • HIBURAN
    • KOMUNITAS
    • KULINER
    • WISATA
    • KESEHATAN
  • SERBA SERBI
    • BUDAYA & SENI
    • FOTO
    • PROFIL
    • EVENTS
      • SEMINAR
      • SENI & BUDAYA
      • LOMBA
      • MUSIK
    • VIDEO
    • DIREKTORI
  • ARTIKEL
  • INFOSUMBARPEDIA
  • LOWONGAN KERJA
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • EKONOMI & BISNIS
    • TEKNO & SAINS
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
  • SUMBAR
    • PADANG
    • SOLOK RAYA
    • AGAM – BUKITTINGGI
    • PARIAMAN LAWEH
  • GAYA HIDUP
    • OTOMOTIF
    • MUSIK
    • HIBURAN
    • KOMUNITAS
    • KULINER
    • WISATA
    • KESEHATAN
  • SERBA SERBI
    • BUDAYA & SENI
    • FOTO
    • PROFIL
    • EVENTS
      • SEMINAR
      • SENI & BUDAYA
      • LOMBA
      • MUSIK
    • VIDEO
    • DIREKTORI
  • ARTIKEL
  • INFOSUMBARPEDIA
  • LOWONGAN KERJA
No Result
View All Result
infoSumbar
No Result
View All Result

Asal Usul dan Fakta Menarik dari Permainan Lato-Lato

03 Januari 2023 - 17:09 WIB
in Artikel
Nabil Ahmad Fahreziby Nabil Ahmad Fahrezi
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Twitter
Asal Usul dan Fakta Menarik dari Permainan Lato-Lato

Infosumbar.net – Akhir-akhir ini permainan lato-lato jadul kembali populer dan dimainkan oleh banyak kalangan, mulai dari anak kecil hingga orang dewasa.

Viralnya game ini berawal dari pengguna TikTok yang banyak mengunggah video lato-lat sehingga banyak yang tertarik untuk memainkannya.

Dimana mainan ini, berupa dua pemberat yang dihubungkan dengan tali lain, pendulum dan cincin di atasnya. Dimainkan dengan cara memukul dua pemberat dengan cepat untuk menghasilkan suara yang khas.

Asal Usul Lato-Lato

Lato-lato adalah permainan populer di Amerika Serikat dari akhir 1960-an hingga awal 1970-an. Karena kepopuleran permainan lato-lato pada saat itu. Lato-lato mencapai daerah terpencil seperti Calcinatello pada tahun 1970.Sekedar informasi, Calcinatello adalah bagian timur kota Milan di Italia. Jumlah penduduk saat itu hanya 12.832 jiwa.

BACA JUGA :   UPI YPTK Padang dan Sanggar Seni Suayan Balenggek Sukses Jalankan Program PISN 2025 Kemdiktisaintek
IKLAN

Lato-lato adalah permainan yang terbuat dari dua buah bola polimer yang masing-masing bola berdiameter sekitar 5 cm atau 2 inci. Ada tali yang menghubungkan kedua bola tersebut.Ternyata selain polimer, bola biji-bijian juga terbuat dari akrilik, kayu, dan logam.

Ternyata bentuk lato-lato mirip dengan senjata Argentina bernama boleadoras. Gauchos (koboi Argentina) menggunakan senjata ini untuk menangkap hewan liar yang disebut guanacos (sejenis llama).

Fakta Menarik Tentang Lato-Lato

1. Bukan Permainan Asli Indonesia

Meski ramai diperbincangkan di Indonesia sejak dulu hingga kini. Namun nyatanya, permainan ini bukan berasal dari tanah air.Permainan yang satu ini pertama kali ditemukan pada tahun 1960-an di Amerika serikat yang disebut sebagai clankers. Selain itu, permainan ini nyatanya tak bertahan lama, sebab memakan korban jiwa.

BACA JUGA :   Hujan Ringan Masih Mengguyur Sejumlah Wilayah Sumbar Hari ini

2. Nama Lato-Lato Berasal dari Bahasa Bugis

Asal kata lato-lato berasal dari bahasa Bugis. Di Makassar disebut katto-katto dan di tempat lain disebut etek-etek, nok-nok dan toki-toki. Meskipun lato-lato bukanlah permainan asli dari Indonesia, namun sejak tahun 1990-an menjadi tren dan menjadi permainan tradisional yang ikonik di berbagai daerah.

3. Permainan Ini Sempat Populer di era 90 an

Ini adalah permainan tradisional yang populer sejak tahun 1990-an. Permainan ini dulunya tersebar luas di pedesaan. Kata lato-lato sendiri identik dengan bahasa Bugis tradisional. Nama permainan ini tentu saja berbeda di setiap daerah.

BACA JUGA :   Cuaca Sumbar Senin 24 November 2025, Masih Diterjang Hujan Ringan-Petir

4. Harganya Terjangkau

Pasar lumbung ke lumbung banyak dijual secara online oleh pedagang kaki lima dengan harga yang cukup terjangkau dari R2.500 hingga R12.000. Dengan munculnya permainan ini tentunya memberikan dampak yang positif, karena anak-anak kembali mengenal permainan tradisional dan bermain tidak hanya dengan gawai.

5. Di Awal Kemunculan Terbuat Dari Material Kaca

Saat pertama kali keluar, itu adalah permainan kaca. Cara memainkannya saat itu dianggap sangat berbahaya.
Bahkan, tidak jarang para pengguna game tersebut memukul game ini dengan keras. Hingga akhirnya pecahannya berhamburan dan mengenai tubuh seseorang.

Namun seiring berjalannya waktu, material mulai menggunakan plastik atau kayu. Dimainkan seperti ini, menjadi lebih ringan dan lebih aman daripada kaca.

Tags: Lato-Lato

Related Posts

Aman dari Hujan, Langit Sumbar Hari ini Hanya Berawan hingga Malam

Berangsur Membaik, Sebagian Besar Wilayah Sumbar Hari ini Berawan

29 November 2025
Pendaftaran Ditutup, Diprediksi 7 Caketum Maju di Kongres IKA Unand

Kongres IKA Unand Tetap Digelar 29 November, Acara Hiburan Dihapus Demi Empati Bencana

28 November 2025
Pendaftaran Ditutup, Diprediksi 7 Caketum Maju di Kongres IKA Unand

Pendaftaran Ditutup, Diprediksi 7 Caketum Maju di Kongres IKA Unand

27 November 2025
Siap Hadapi Voting, Shadiq Nyatakan Maju jadi Caketum IKA Unand

Siap Hadapi Voting, Shadiq Nyatakan Maju jadi Caketum IKA Unand

26 November 2025
Hari Pertama di Bulan Kemerdekaan, Langit Sumbar Masih Didominasi Hujan Ringan dan Berawan 

Tetap Siaga, Potensi Hujan Masih Mengintai Sumbar Hari ini

25 November 2025
Yayasan Hasanah Malaysia Siap Kolaborasi dengan Sumbar di WIES 2025

Yayasan Hasanah Malaysia Siap Kolaborasi dengan Sumbar di WIES 2025

24 November 2025

Berita Terkini

  • All
  • Berita Pilihan
  • Nasional
  • Sumbar

Rakor dan Evaluasi Percepatan Penanganan Darurat Bencana Kota Padang Bahas Efektivitas Pemulihan Pascabencana

Indra Dt Rajo Lelo Salurkan Bantuan Athari Gauthi Ardi Peduli di Berbagai Titik Pengungsian Kota Padang

PLN UID Sumatera Barat Percepat Recovery Pascabencana, Pulihkan 68% Listrik Rakyat Terdampak Banjir & Longsor

Polda Sumbar Salurkan Bantuan Besar untuk Lima Daerah Paling Terdampak Bencana

Irjen Gatot Tri Suryanta: Tidak Ada Libur, Seluruh Personel Dikerahkan Tangani Banjir

Lebih dari Sepuluh Ribu Warga Padang Pariaman Masih Terisolasi

Berita Populer

  • Berikut Nama nama Korban Banjir Bandang di Jembatan Kembar Padang Panjang yang Telah Berhasil Dievakuasi

    Berikut Nama nama Korban Banjir Bandang di Jembatan Kembar Padang Panjang yang Telah Berhasil Dievakuasi

    1041 shares
    Share 416 Tweet 260
  • Sejumlah Daerah di Sumbar Dilanda Banjir dan Tanah Longsor, Tiga Wilayah Ini Terparah

    509 shares
    Share 204 Tweet 127
  • Masih Dihantam Hujan, Masyarakat Sumbar Wajib Perketat Kewaspadaan

    494 shares
    Share 198 Tweet 124
  • Makin Parah! Hujan Tiada Henti Mengguyur Sumbar hingga Saat ini

    491 shares
    Share 196 Tweet 123
  • Empat Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Sitinjau Lauik, Satu Terjun ke Jurang Saat Hujan Lebat

    487 shares
    Share 195 Tweet 122
  • Contact
  • Redaksi
  • Visi dan Misi
  • Contact Us
  • About Us
  • Pedoman Media Siber

Website ini diterbitkan oleh PT Infosumbar Media Kreasi | © 2010 - 2022

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • EKONOMI & BISNIS
    • TEKNO & SAINS
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
  • SUMBAR
    • PADANG
    • SOLOK RAYA
    • AGAM – BUKITTINGGI
    • PARIAMAN LAWEH
  • GAYA HIDUP
    • OTOMOTIF
    • MUSIK
    • HIBURAN
    • KOMUNITAS
    • KULINER
    • WISATA
    • KESEHATAN
  • SERBA SERBI
    • BUDAYA & SENI
    • FOTO
    • PROFIL
    • EVENTS
      • SEMINAR
      • SENI & BUDAYA
      • LOMBA
      • MUSIK
    • VIDEO
    • DIREKTORI
  • ARTIKEL
  • INFOSUMBARPEDIA
  • LOWONGAN KERJA

Website ini diterbitkan oleh PT Infosumbar Media Kreasi | © 2010 - 2022