infoSumbar
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • EKONOMI & BISNIS
    • TEKNO & SAINS
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
  • SUMBAR
    • PADANG
    • SOLOK RAYA
    • AGAM – BUKITTINGGI
    • PARIAMAN LAWEH
  • GAYA HIDUP
    • OTOMOTIF
    • MUSIK
    • HIBURAN
    • KOMUNITAS
    • KULINER
    • WISATA
    • KESEHATAN
  • SERBA SERBI
    • BUDAYA & SENI
    • FOTO
    • PROFIL
    • EVENTS
      • SEMINAR
      • SENI & BUDAYA
      • LOMBA
      • MUSIK
    • VIDEO
    • DIREKTORI
  • ARTIKEL
  • INFOSUMBARPEDIA
  • LOWONGAN KERJA
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • EKONOMI & BISNIS
    • TEKNO & SAINS
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
  • SUMBAR
    • PADANG
    • SOLOK RAYA
    • AGAM – BUKITTINGGI
    • PARIAMAN LAWEH
  • GAYA HIDUP
    • OTOMOTIF
    • MUSIK
    • HIBURAN
    • KOMUNITAS
    • KULINER
    • WISATA
    • KESEHATAN
  • SERBA SERBI
    • BUDAYA & SENI
    • FOTO
    • PROFIL
    • EVENTS
      • SEMINAR
      • SENI & BUDAYA
      • LOMBA
      • MUSIK
    • VIDEO
    • DIREKTORI
  • ARTIKEL
  • INFOSUMBARPEDIA
  • LOWONGAN KERJA
No Result
View All Result
infoSumbar
No Result
View All Result

Dear Anak Muda Minangkabau, Mari Mengenal dan Mengingat Kembali Kato Nan Ampek

31 Januari 2018 - 12:04 WIB
in Artikel, Budaya dan Seni, Lifestyle
Fadhlan Yunandaby Fadhlan Yunanda
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Twitter
kato nan ampek

Rumah Gadang Baloen, Solok Selatan


Hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tahun merambat berubah tanpa disadari. Perubahan tidak bisa ditolak oleh siapa pun di muka bumi ini.

Begitu juga perubahan pada tingkah pola bertutur kata dan berkelakuan bagi anak muda di Minangkabau. Kencangnya arus globalisasi memudarkan adat istiadat dan budaya Minang yang sedari dulu sudah dikenal kental akan keramahan bertutur kata.

Kato nan ampek di Minangkabau adalah norma-norma atau ketentuan dalam berucap. Ketentuan yang digunakan saat akan berucap kepada orang-orang terdekat (lebih tua, muda, sebaya, atau yang disegani).

Kato nan ampek adalah kato mandaki, kato manurun, kato mandata, dan kato malereng. Sudah boleh kita bahas satu-satu, belum? Baiklah :))

BACA JUGA :   Tetap Siaga, Potensi Hujan Masih Mengintai Sumbar Hari ini

Kita mulai bahasan kita pada kato mandaki (kata mendaki). Kato mandaki merupakan sebuah ungkapan atau tata cara bertutur kata dan bersikap kepada orang yang lebih tua. Kato mandaki merupakan sikap-sikap yang kita tunjukan kepada orang yang lebih tua (dari segi usia), seperti kalau berbicara tidak membentak atau kasar, mendengarkan nasihatnya, tidak membantah pembicaraan atau pengajarannya. Ungkapan kato mandaki ini adalah cara berbicara kepada orang yang lebih tua seperti anak kepada orang tuanya, kemanakan kepada mamak, murid kepada guru dan adik kepada kakak.

IKLAN

Nah, untuk kato manurun (kata menurun), merupakan cara bertutur kata kepada orang-orang yang lebih muda dari kita. Cara-cara berbicara yang mengayomi dan menunjukkan rasa sayang kepada yang lebih muda merupakan bentuk nyata dari kato manurun. Ungkapan kato manurun biasanya digunakan orang tua kepada anak, guru kepada murid, mamak kepada kemanakan, dll

BACA JUGA :   Dari Riset hingga Eksekusi Bisnis, Galaxy Z Fold7 Hadirkan Solusi Produktivitas Berbasis AI

Kato mandata (kata mendatar) ialah ungkapan sikap berbuatan atau tindakan, cara berbicara kepada orang-orang yang sepantaran, seumuran, atau sama besar dengan kita. Ungkapan ini biasa digunakan oleh teman sepermainan. Saling menghormati dan menghargai merupakan dampak yang dihasil oleh penggunaan kato manurun ini.

Terakhir, kato malereng. Kato malereng adalah tata bicara terhadap orang yang kita segani. Kato malereng hampir sama dengan kato mandaki yang juga ditujukan kepada orang yang lebih tua. Perbedaannya adalah, kato malereang digunakan kepada orang yang kita segani seperti mertua, ipar, besan, dan pembicaran antar tokoh adat, agama dan pemimpin.

BACA JUGA :   Cuaca Sumbar Senin 24 November 2025, Masih Diterjang Hujan Ringan-Petir

Ungkapan-ungkapan seperti ini mengajarkan kita untuk selalu segan dan hormat kepada siapa pun saat berbicara. Biasakan melihat situasi dan kondisi setiap akan berkata karena manusia dinilai dari cara berbicara dan berkomunikasi dengan manusia lainnya.

Kato nan ampek juga mengajarkan kita untuk selalu berpikir sebelum berujar, melihat situasi sebelum berucap, paham kondisi saat berkomunikasi, dan mencintai tanpa meminta harus dibalas (eh..)

Jadi, sudah tahu kan harus menggunakan kata yang mana saat berbicara? :))

Tags: cara berbicarakato nan ampekminangminangkabau

Related Posts

Pendaftaran Ditutup, Diprediksi 7 Caketum Maju di Kongres IKA Unand

Kongres IKA Unand Tetap Digelar 29 November, Acara Hiburan Dihapus Demi Empati Bencana

28 November 2025
Pendaftaran Ditutup, Diprediksi 7 Caketum Maju di Kongres IKA Unand

Pendaftaran Ditutup, Diprediksi 7 Caketum Maju di Kongres IKA Unand

27 November 2025
Galaxy S25 FE Tawarkan Pendekatan Baru Persiapan Interview Berkat Integrasi Gemini AI

Galaxy S25 FE Tawarkan Pendekatan Baru Persiapan Interview Berkat Integrasi Gemini AI

27 November 2025
Siap Hadapi Voting, Shadiq Nyatakan Maju jadi Caketum IKA Unand

Siap Hadapi Voting, Shadiq Nyatakan Maju jadi Caketum IKA Unand

26 November 2025
Hari Pertama di Bulan Kemerdekaan, Langit Sumbar Masih Didominasi Hujan Ringan dan Berawan 

Tetap Siaga, Potensi Hujan Masih Mengintai Sumbar Hari ini

25 November 2025
Dari Riset hingga Eksekusi Bisnis, Galaxy Z Fold7 Hadirkan Solusi Produktivitas Berbasis AI

Dari Riset hingga Eksekusi Bisnis, Galaxy Z Fold7 Hadirkan Solusi Produktivitas Berbasis AI

25 November 2025

Berita Terkini

  • All
  • Berita Pilihan
  • Nasional
  • Sumbar

Belanja Tidak Terduga Tanggap Darurat Kota Padang Dikucurkan Sebesar Rp2,82 Miliar

Menkes RI Kunjungi Lubuk Minturun, Walikota Padang: Kebutuhan Dasar Warga Terdampak Harus Terpenuhi

Liga 4 2025/26: Seleksi Pemain PSP Dimulai, Ketua Umum Amril Amin: Bangun Tim Untuk Menjadi Pemenang

Kisah Heroik TRC Semen Padang dan Tim Gabungan: Selamatkan Warga Koto Tuo Pauh dari Terjangan Arus Batang Kuranji

Usai Kecelakaan Beruntun, Arus Lalin Solok-Padang Malam ini Masih Buka Tutup

Banjir, Longsor, dan Galodo Terjang Tanah Datar: 3.347 Jiwa Terdampak, 3.405 Mengungsi 

Berita Populer

  • Banjir Tak Kunjung Surut, Warga Kampung Gelapung Dipengungsian Kekurangan Logistik Hingga Dapur Umum

    Sejumlah Daerah di Sumbar Dilanda Banjir dan Tanah Longsor, Tiga Wilayah Ini Terparah

    507 shares
    Share 203 Tweet 127
  • Masih Dihantam Hujan, Masyarakat Sumbar Wajib Perketat Kewaspadaan

    493 shares
    Share 197 Tweet 123
  • Berikut Nama nama Korban Banjir Bandang di Jembatan Kembar Padang Panjang yang Telah Berhasil Dievakuasi

    493 shares
    Share 197 Tweet 123
  • Makin Parah! Hujan Tiada Henti Mengguyur Sumbar hingga Saat ini

    490 shares
    Share 196 Tweet 123
  • Empat Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Sitinjau Lauik, Satu Terjun ke Jurang Saat Hujan Lebat

    486 shares
    Share 194 Tweet 122
  • Contact
  • Redaksi
  • Visi dan Misi
  • Contact Us
  • About Us
  • Pedoman Media Siber

Website ini diterbitkan oleh PT Infosumbar Media Kreasi | © 2010 - 2022

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • EKONOMI & BISNIS
    • TEKNO & SAINS
    • PENDIDIKAN
    • OLAHRAGA
  • SUMBAR
    • PADANG
    • SOLOK RAYA
    • AGAM – BUKITTINGGI
    • PARIAMAN LAWEH
  • GAYA HIDUP
    • OTOMOTIF
    • MUSIK
    • HIBURAN
    • KOMUNITAS
    • KULINER
    • WISATA
    • KESEHATAN
  • SERBA SERBI
    • BUDAYA & SENI
    • FOTO
    • PROFIL
    • EVENTS
      • SEMINAR
      • SENI & BUDAYA
      • LOMBA
      • MUSIK
    • VIDEO
    • DIREKTORI
  • ARTIKEL
  • INFOSUMBARPEDIA
  • LOWONGAN KERJA

Website ini diterbitkan oleh PT Infosumbar Media Kreasi | © 2010 - 2022