infosumbar.net – Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) mencatat inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Sumbar pada September 2025 mencapai 4,22 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,60.
Dari 11 kabupaten/kota yang dipantau, inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) dengan angka 6,38 persen dan IHK 112,87. Sementara inflasi terendah tercatat di Kota Padang sebesar 3,52 persen dengan IHK 109,75.
Kepala BPS Sumbar, Sugeng Arianto menjelaskan, inflasi y-on-y terutama dipicu oleh kenaikan harga pada beberapa kelompok pengeluaran.
“Kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 11,66 persen serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 8,14 persen,” ungkap Sugeng dalam keterangan pers, Rabu (1/10/2025).
Adapun rincian inflasi per kelompok pengeluaran yaitu, Pakaian dan alas kaki 0,45 persen, Perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 1,31 persen, Perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,11 persen, Kesehatan 2,20 persen, Transportasi 2,11 persen, Rekreasi, olahraga, dan budaya 0,97 persen, Pendidikan 3,83 persen, Penyediaan makanan dan minuman/restoran 2,38 persen.
Sementara itu, hanya kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan yang mengalami penurunan harga, yakni sebesar 0,17 persen.
Secara month to month (m-to-m), Sumbar pada September 2025 mencatat inflasi 0,85 persen. Sedangkan secara year to date (y-to-d), inflasi Sumbar hingga September 2025 tercatat 3,46 persen. (peb)








