Berita Pilihan

Capaian Vaksinasi di Agam Rendah, Masyarakat Dinilai Terpengaruh Hoax

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Yosefriawan (sbri))

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Yosefriawan (sbri))

Agam, (infosumbar) – Realisasi Vaksinasi di Kabupaten Agam berada diperingkat terendah dari 19 Kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat yaitu dosis pertama sebanyak 5,27 persen dan 1,83 persen pada vaksinasi kedua .

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Yosefriawan, Rabu mengatakan vaksinasi di daerah itu masih rendah karena faktor pemahaman masyarakat yang belum positif terhadap kebermanfaatan vaksin sehingga mudah termakan dan kalah dengan berita hoaks yang beredar.

Baca Juga

PPKM Darurat Diperpanjang, Resepsi Pernikahan Digelar di Kantor KUA

“Segala prosedur telah dilakukan dari tingkat bawah hingga bekerja sama stakeholders untuk kebijakan terkait demi terealisasinya vaksinasi, tapi masyarakat masih saja lebih percaya dengan berita hoaks yang beredar” katanya.

Yosefriawan menjelaskan vaksinasi ini menjadi tidak begitu penting bagi sebagian masyarakat tapi setelah adanya kebijakan dari pemerintah bahwa segala sesuatu kegiatan harus memiliki sertifikat vaksin baru ada pergerakan.

Baca Juga
Pagi Ini, Jamaah Tarekat Syattariyah Rayakan Idul Adha

“Langkah-langkah yang dilakukan saat ini masih standar tidak ada yang luar biasa ataupun dalam bentuk paksaan ke masyarakat karena sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat, kalau kita paksakan nanti tidak akan baik juga jadinya,” jelasnya.

Ia mengatakan pada saat gebyar vaksin semua kategori itu kita tampung, tidak ada batasan, program vaksin untuk Nakes pencapaian sudah 90 persen, TNI-POLRI sudah melakukan vaksinasi, sementara petugas pelayan publik masih belum maksimal, kemudian untuk masyarakat umum masih sangat rendah.

Baca Juga

Catat! Ini Beberapa Lokasi Vaksin di Padang, Bukittinggi, dan Sawahlunto

“Jatah dosis vaksinasi untuk kabupaten agam diberikan secara bertahap oleh pemerintah provinsi, sekarang sudah lebih dari 10.000 vial yang kita peroleh itu artinya sudah 100.000 sasaran, jumlah wajib vaksin lebih dari 200.000 tapi kita belum dapat data pasti karena kemarin kita mendapat data tambahan karena remaja berumur 12-18 tahun dimasukan dalam kategori tersendiri,” ucapnya.

Ia berharap masyarakat memahami begitu pentingnya vaksinasi ini, jangan teralu percaya berita hoaks yang beredar dan tidak berdasar.

“Mari kita selamatkan diri pribadi dan orang-orang terdekat kita. Jangan termakan berita yang belum pasti kebenarannya, pemerintah sudah berusaha untuk memutus rantai Covid-19, kita sebagai masyarakat juga harus mendukung dengan cara segera vaksin,” ujarnya. (nou/agp)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top