Infosumbar.net – Pemerintah Kota Pariaman mendukung penuh Program Kampung Restorative Justice yang diinisiasi oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Pariaman.
Program ini akan membantu masyarakat menyelesaikan persoalan-persoalan sosial dan hukum di tengah masyarakat, agar tidak sampai diproses hukum ke pengadilan.
“Pemerintah Kota Pariaman sangat mengapresiasi dan mendukung berbagai program pelayanan masyarakat dan inovasi dari Kejari Pariaman, diantaranya program Jaga Desa, Pelayanan Hukum Gratis di Mal Pelayanan Publik Kota Pariaman, Penyuluhan Hukum Kepada Masyarakat, Pemuda dan Perangat Desa/Nagari, Kotak Tampuang (tempat mengadu orang kampung) serta Program Kampung Restorative Justice ini”, sebut Genius Umar, Wali Kota Pariaman, pada Selasa (24/5).
Hal ini diungkapkan Genius Umar ketika memberikan sambutan peresmian Desa Kampung Baru Kecamatan Pariaman Tengah sebagai Desa Pertama untuk pilot projek Rumah Restorative Justice (RJ) Kejari Pariaman di Balai Pemuda Desa Kampung Baru.

“Sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kota Pariaman terhadap program ini, hari ini saya instruksikan kepada para Camat se-Kota Pariaman untuk mempersiapkan minimal 1 (satu) Kampung RJ di wilayahnya masing-masing, sehingga tahun depan Kota Pariaman telah memiliki minimal 4 (empat) Kampung RJ, guna menyelesaikan persoalan dan masalah kampung secara musyawarah dan mufakat untuk memberikan perdamaian dan keadilan kepada masyarakat yang mempunyai masalah tersebut”, tegas Genius.
Musyawarah dan mufakat tersebut nantinya akan melibatkan tokoh agama, toko adat, tokoh masyarakat, yang tentunya juga oleh pihak dari korban maupun pelaku. Intinya berbagai pihak akan terlibat untuk tercapainya perdamaian dengan prinsip musyawarah oleh masyarakat. Tentu saja dengan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh pihak-pihak yang terkait.
“Keberadaan Rumah RJ ini, diharapkan bisa membantu masyarakat menyelesaikan persoalan-persoalan sosial dan hukum di tengah masyarakat, agar tidak sampai diproses hukum ke pengadilan, karena tidak semua persoalah hukum harus dibawa ke pengadilan, jika bisa diselesaikan di Rumah RJ secara musyawarah dan mufakat,” tutup Genius Umar.