infosumbar.net- Medan berat dan cuaca ekstrem menjadi kendala tim SAR gabungan melakukan pencarian korban hilang akibat bencana banjir bandang yang terjadi di jembatan kembar Padang Panjang beberapa waktu yang lalu.
Hingga hari ini, Sabtu (29/11) tim gabungan masih etrus melakukan pencarian intensif dipinggiran aliran sungai Batang Anai. Derasnya arus sungai dan cuaca tidak menentu menjadi penghalang tim untuk bergerak leluasa di lokasi.
Dari pantauan dilapangan terlihat tim SAR gabungan harus menerjang derasnya aliran sungai guna menyisir tempat tempat yang berpotensi terjebaknya jenazah diantara bebatuan dan material banjir lainnya.
Petugas harus menggunakan alat bantu tali agar dapat menyebrangi sungai tersebut.
Kapolres Padang Panjang, AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro saat diwawancara dilokasi pencarian jenazah mengamini perihal tersebut.
Dikatakannya, sejak hari pertama pencarian hingga hari ini, cuaca ekstrem, dan derasnya arus sungai menjadi kendala utama tim dalam melakukan pencarian korban maupun mengevakuasi korban yang ditemukan menuju ambulance.
“Iya kendala kita saat ini dilapamgan karena faktor cuaca dan derasnya arus sungai,” tuturnya, Sabtu (29/11).
Cuaca menjadi faktor utama terhambatnya pencarian, sebab bilamana cuaca hujan, air sungai akan meluap dengan arus yang sangat kencang.
Kondisi medan yang dipenuhi bebatuan dan material banjir bandang juga menjadi kendala bagi tim menyisir lokasi.
“Faktor uatamanya cuaca,” sebutnya.
Hingga sore menjelang malam ini, tim SAR gabunga telah berhasil menemukan empat jenazah dibeberapa titi lokasi yang tidak jauh dari pusat banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu.
Tiga jenazah disebutkannya telah dievakuasi menju rumah sakit untuk keperluan identifikasi, sementara satu jenazah lainnya dalam proses pengangkatan dari seberang sungai menuju ambulance dengan medan yang cukup berat.
“Tinggal satu laki yang masih belum dievakuasi,” tambahnya mengakhiri. (*)








