infosumbar.net – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X menggelar kegiatan Klinik Pengusulan Evaluasi Belanja SPBE dalam rangka Pemberian Rekomendasi (Clearance) yang dilaksanakan pada Senin, (17/10) yang lalu di Aula Lantai 3 Gedung LLDIKTI Wilayah X. Kegiatan ini dihadiri oleh Tim Pengelola SPBE LLDIKTI Wilayah X dan bertujuan untuk memastikan setiap kegiatan belanja SPBE selaras dengan kebijakan nasional serta mewujudkan penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang terpadu, efisien, dan efektif.
Kepala LLDIKTI Wilayah X, Afdalisma dalam sambutannya menegaskan bahwa transformasi digital adalah sebuah keniscayaan, dan percepatan penerapan SPBE merupakan bagian penting dari reformasi birokrasi nasional. Ia secara khusus menyoroti pentingnya proses evaluasi dan clearance dalam perencanaan dan belanja SPBE.
“Perencanaan dan belanja SPBE harus melalui proses evaluasi dan clearance agar tidak hanya sesuai regulasi, tetapi juga tepat guna dan tepat sasaran,” tegasnya.
Lebih lanjut ia memaparkan bahwa berdasarkan hasil evaluasi, terdapat sejumlah masalah yang sering muncul dalam SPBE yang membuat sistem tersebut berpotensi menjadi beban, bukan solusi. Masalah-masalah utama tersebut meliputi:
-
Duplikasi aplikasi: Satu layanan dibuat beberapa kali oleh unit berbeda.
-
Aplikasi tidak terpakai (idle apps): Aplikasi yang dibangun mahal namun tidak digunakan.
-
Belanja tidak sesuai arsitektur SPBE: Pengadaan tidak sejalan dengan peta rencana SPBE perguruan tinggi.
-
Kurang dokumentasi kebutuhan: Usulan seringkali tidak berbasis kajian kebutuhan yang matang.
-
Belanja SPBE hanya menambah aplikasi, bukan memperkuat integrasi.
Afdalisma juga menjelaskan klinik ini dilaksanakan bertujuan untuk membantu peserta dalam melakukan evaluasi belanja SPBE, baik berupa aplikasi, data, maupun infrastruktur, secara benar untuk memperoleh clearance.
Sementara itu Kabag Umum LLDIKTI Wilayah X, Rahmi mengantar sesi sebelum paparan menekankan bahwa clearance diperlukan agar belanja SPBE: efektif, efisien, tidak tumpang tindih, relevan dengan kebutuhan, dan memberikan dampak nyata bagi transformasi digital.
“Keberhasilan SPBE tidak ditentukan oleh banyaknya aplikasi, tetapi oleh integrasi, tata kelola, dan efektivitas penggunaan anggaran,” jelas Rahmi.
Kegiatan ini diselenggarakan berbasis pendampingan teknis dan menghadirkan narasumber dari Tim Teknis Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemdiktisaintek. (*/rls)








