Infosumbar.net – Kecelakaan beruntun kembali terjadi di kawasan rawan Tanjakan Tunggua Sitinjau Lauik, jalur utama yang menghubungkan Kota Padang dan Kabupaten Solok. Setelah sehari sebelumnya sepuluh kendaraan terlibat dalam insiden serupa, kali ini lima kendaraan kembali menjadi korban, termasuk sebuah ambulans yang diduga membawa pasien korban banjir bandang.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (30/11) sekitar pukul 01.00 WIB. Insiden ini sontak membuat arus lalu lintas di kawasan Sitinjau Lauik terhenti total. Para pengendara dari dua arah harus menunggu berjam-jam karena jalur tak bisa dilalui akibat kecelakaan yang menutup badan jalan.
Hingga Minggu siang, kondisi Sitinjau Lauik masih lumpuh total. Petugas gabungan dari kepolisian dan relawan terus melakukan proses evakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan beruntun tersebut agar jalur segera dapat dibuka kembali.
Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan kecelakaan bermula saat sebuah truk gagal menanjak di tikungan curam Sitinjau Lauik. Truk yang kehilangan tenaga itu kemudian mundur tak terkendali dan menabrak sejumlah kendaraan di belakangnya.
Dorongan kuat dari truk yang mundur memicu tabrakan beruntun, termasuk dengan ambulans yang tengah membawa pasien korban galodo menuju fasilitas kesehatan. Situasi di lapangan semakin kacau karena beberapa kendaraan terjepit akibat benturan beruntun tersebut.
Kapolsek Lubuk Kilangan, Kompol Sosmedya, membenarkan insiden tersebut ketika dimintai keterangan pada Minggu pagi. Ia menyampaikan bahwa petugas sudah berada di lokasi sejak dini hari untuk melakukan penanganan awal serta mengumpulkan data mengenai kendaraan yang terlibat.
Sementara itu, personel Satlantas Polresta Padang segera turun tangan untuk mengurai kemacetan yang mengular panjang. Kanit Laka Lantas Polresta Padang, Iptu Zulkifli, menegaskan bahwa pihaknya memprioritaskan pembukaan jalur agar kendaraan yang terjebak bisa kembali bergerak.
Petugas juga mengimbau para pengendara yang melintas di kawasan Sitinjau Lauik untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat lokasi tersebut merupakan salah satu titik rawan kecelakaan akibat medan yang curam dan padatnya arus kendaraan (*)








