infosumbar.net – Dalam upaya meningkatkan kualitas proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan memperkuat peran strategis dosen sebagai pembimbing, LLDIKTI Wilayah X menyelenggarakan Bimbingan Teknis Penyusunan Proposal PKM 8 Bidang pada 10-11 November 2025 di Kota Padang. Kegiatan ini diikuti oleh dosen pembimbing PKM dari Perguruan Tinggi Swasta di lingkungan LLDIKTI Wilayah X.
Bimbingan teknis ini menjadi bagian dari komitmen LLDIKTI Wilayah X untuk menghadirkan dosen pembimbing PKM yang kompeten, sehingga mampu menghasilkan proposal berkualitas dan berdampak pada peningkatan prestasi mahasiswa di tingkat nasional.
“Dosen bukan hanya sebagai pengarah teknis, tetapi juga sebagai mentor yang menumbuhkan semangat, memotivasi, dan membantu mahasiswa mengembangkan ide-ide kreatif menjadi karya nyata yang berdampak,” ujar Kepala LLDIKTI Wilayah X, Afdalisma, S.H., M.Pd, dalam arahannya.
Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber berpengalaman yang telah menjadi reviewer nasional PKM Ibu Irnin Agustina Dwi Astuti, M.Pd. (Universitas Indraprasta PGRI Jakarta), Ibu Ns. Ria Desnita, M.Kep., Sp.Kep.MB (Universitas Mercubaktijaya) serta Bapak Harun Nasrullah – Tim PKM Belmawa Dikti Kemdiktisaintek
Para narasumber memberikan penguatan komprehensif, mulai dari standar mutu kelayakan proposal, penyusunan template PKM sesuai pedoman terbaru, hingga simulasi teknis pengajuan proposal melalui sistem PKM.
Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan instrumen penting dalam menumbuhkan budaya ilmiah, kreativitas, inovasi, serta soft skills mahasiswa. Oleh karena itu, kapasitas dosen pembimbing menjadi faktor penentu kualitas karya mahasiswa.
LLDIKTI Wilayah X menegaskan bahwa pembinaan dosen pembimbing PKM bukan sekadar memenuhi kebutuhan kompetisi, tetapi membangun ekosistem pendidikan tinggi yang kreatif dan berkelanjutan, sejalan dengan program Kampus Berdampak Kemdiktisaintek.
Afdalisma menambahkan bahwa peningkatan kompetensi dosen adalah langkah strategis menghadapi dinamika PKM yang semakin ketat.
“Kami ingin memastikan dosen memiliki kesiapan, pemahaman, dan keterampilan terkini agar dapat membimbing mahasiswa dengan lebih efektif dan menghasilkan karya inovatif yang bersaing di tingkat nasional, bahkan internasional,” ujarnya.
Selama dua hari, peserta diberikan materi teknis dan praktek langsung mulai dari pembekalan materi substantif dan administratif PKM, Evaluasi standar mutu proposal, Simulasi penyusunan proposal sesuai pedoman terbaru, Pendalaman modul sistem PKM, serta diskusi dan konsultasi langsung dengan reviewer nasional.
Kegiatan ditutup dengan harapan bahwa para dosen mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh ke dalam proses pembimbingan di kampus masing-masing, sehingga jumlah proposal PKM dari PTS di Wilayah X yang lolos pendanaan Kemdiktisaintek dapat meningkat signifikan. (peb)








