infosumbarnet – Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas II Padang melalui Satuan Pelayanan Padang Pariaman berencana akan memasang speed bump untuk menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang.
Speed bump atau yang biasa lebih dikenal dengan polisi tidur merupakan struktur yang dibuat di jalan untuk memperlambat laju kendaraan. Biasanya terbuat dari beton atau karet yang dirancang dengan tinggi dan lebar tertentu untuk mengharuskan pengemudi mengurangi kecepatan saat melintas.
Ini merupakan salah satu lagkah keselamatan yang dilakukan BTP Padang untuk menekan angka kecelakaan di perlintasan kereta api. Padahal pada area tersebut juga sudah terdapat rambu lalu lintas di sini.
Pemasangan speed bump akan dilakukan pada JPL 14 KM 56+175 antara Stasiun Kurai Tadji – Stasiun Pariaman.
Data BTP Padang menyebutkan bahwa pada perlintasan tersebut telah terjadi dua kali temperan yakni pada Oktober tahun 2021 dan Agustus tahun 2024 yang memakan satu korban jiwa.
“Lokasi tersebut merupakan perlintasan tidak terjaga, namun sudah memiliki rambu stop, rambu peringatan, hingga rumble strip. Namun ada rambu yang terhalang pohon dan rumah warga hingga jarak pandang sedikit terhalang,” ucap Hendrialdi, Kepala BTP Kelas II Padang dalam keterangan pers yang diterima infosumbar.
Menurutnya, lokasi tersebut sangat cocok dipasang speed bump dan nantinya rambu lalu lintas juga akan ditertibkan dan ditambahkan guna memberitahukan pada pengendara adanya perlintasan kereta api pada area tersebut.
“Kita sudah berkoordinasi dan mengevaluasi lokasi tersebut dengan stakeholder terkait seperti Dinas Perhubungan setempat dan juga operator kereta api yakni PT KAI (Persero) Divre II Sumbar,” katanya.
“Untuk saat ini, penanganan tercepat yang bisa dilakukan adalah memasang speed bump pada lokasi tersebut,” sambungnya.
Katanya lagi, untuk selanjutnya pemasangan speed bump ini akan disosialisasikan pada masyarakat.
“Untuk memberikan penjelasan mengenai kegunaan serta manfat dipasangnya speed bump, sehingga nantinya akan lebih membangun kasadaran tentang pentingnya menjaga keselamatan di perlintasan sebidang kereta api,” tutup Hendrialdi. (Humas BTP Padang)








